Sejarah Lagu Lingsir Wengi

Sejarah Lagu Lingsir Wengi - Halo selamat pagi sobat sukamitos,, masih setia ya sama blog ini. Kali ini kita akan mengulas tentang lagu yang konon dapat memanggil mahluk halus alias jin.. atau kuntilanak.. hihihi.. serem ya...

Lagu tersebut berjudul "Lingsir Wengi", dilihat dari kosa katanya kita semua pasti sudah tahu bahwa lagu ini berasal dari daerah Jawa.

Banyak dari kita menganggap bahwa lagu lingsir wengi ini mengandung aura mistis disetiap kalimatnya. Bahkan ada yang mengatakan bahwa lagu lingsir wengi ini dapat memanggil mahluk halus seperti kuntilanak.

Anggapan tersebut berawal dari film horror indonesia berjudul Kuntilanak yang menyisipkan lagu lingsir wengi ini sebagai backsoundnya.

Berikut ini lirik lagu lingsir wengi dalam film Kuntilanak :
"Lingsir wengi sliramu tumeking sirno" (Menjelang malam, bayangmu mulai sirna)
"Ojo Tangi nggonmu guling" (Jangan terbangun dari tidurmu)
"awas jo ngetoro"  (Awas, jangan terlihat)
"aku lagi bang wingo wingo"  (Aku sedang gelisah)
"jin setan kang tak utusi"  (Jin setan ku perintahkan)
"dadyo sebarang"   (Jadilah apapun juga)
"Wojo lelayu sebet"  (Namun jangan membawa maut)

Dalam film tersebut lagu ini dilarang dinyanyikan pada waktu waktu tertentu, karena apabila dinyanyikan akan mengundang/memanggil mahluk halus yaitu kuntilanak. Dari film inilah timbul makna negatif dari masyarakat tentang lagu ini.


Namun apakah benar lagu lingsir wengi memang dibuat untuk memanggil mahluk halus ? Mari kita simak sejarahnya ya..

Lagu lingsir wengi merupakan lagu yang diciptakan oleh Sunan Kalijaga. Lahir sekitar tahun 1450 SM dengan nama kecil Raden Said. Sunan Kalijaga salah satu wali yang menyebarkan ajaran Islam dengan media budaya jawa. Seperti wayang kulit, seni ukir, gamelan, dan lain sebagainya.

Lagu lingsir wengi merupakan lagu penolak mahluk halus, namun beberapa dari mereka salah mengartikan menjadi pengundang mahkluk halus. Lagu lingsir wengi diciptakan sebagai penolak bala atau penolak godaan mahluk halus.

Mari kita simak lirik lagu Lingsir wengi (yang asli) ciptaan Sunan Kalijaga berikut ini :
"Lingsir Wengi"  (Menjelang Tengah Malam)
"Lingsir wengi"  (saat menjelang tengah malam)
"Sepi durung biso nendro"  (sepi tidak bisa tidur)
"Kagodho mring wewayang"  (tergoda bayanganmu)
"Kang ngreridhu ati"  (di dalam hatiku)
"Kawitane"  (permulaanya)
"Mung sembrono njur kulino"  (hanya bercanda kemudian terjadi)
"Ra ngiro yen bakal nuwuhke tresno"  (tidak mengira akan jadi cinta)
"Nanging duh tibane aku dewe kang nemahi"  (kalau sudah saatnya akan terjadi pada diriku)
"Nandang bronto Kadung loro"  (menderita sakit cinta, jatuh cinta)
"Sambat-sambat sopo"   (aku harus mengeluh kepada siapa)
"Rino wengi"  (siang dan malam)
"Sing tak puji ojo lali"  (yang saya cinta jangan lupakan ku)
"Janjine mugo biso tak ugemi"  (janjinya kuharap tak diingkari)

Jika kita teliti lebih dalam arti dari lagu aslinya memiliki makna yang baik. Arti lagu lingsir wengi ini adalah untuk mengingatkan kita pada Tuhan sang pencipta alam. Awal lagu tersebut menceritakan jika kita terbangun pada malam hari dan tidak bisa tidur lagi. Maka ingatlah (beribadahlah) pada Tuhan. pada lagu tersebut juga memiliki makna untuk selalu cinta kepada Tuhan. Berharap Tuhan tidak menghilangkan cinta kita kepada-Nya.

Anda mungkin juga ingin membaca :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar