Typhon, Monster Yang Membuat Para Dewa Lari

Typhon, Monster Yang Membuat Para Dewa Lari - Pagi ini kita akan membahas mahluk yang sangat kuat, konon pernah memporak-porandakan Olympus, Kerajaan para Dewa.  Siapakah dia..?
Yap betul.. Typhon..!!

Siapakah Typhon ..?
Typhon atau Tifon dalam mitologi Yunani adalah Seekor monster raksasa setengah manusia setengah naga, ukurannya sangat besar, tingginya bahkan melebihi gunung tertinggi dan kepalanya mencapai bintang-bintang

Typhon digambarkan dari kepala sampai ke pinggang berbentuk seperti seorang pria, sedangkan kedua kakinya adalah dua ekor ular raksasa berbisa. Typhon juga memiliki sayap. Di tangannya terdapat seratus kepala naga yang siap memangsa apa saja sedangkan di bawah pahanya ular-ular beracun bergulung-gulung. Bukan hanya itu, Dia pun bisa menyemburkan api.


Typhon adalah suami dari Echidna mereka berdua merupakan orang tua dari berbagai monster mengerikan. Sehingga Typhon disebut sebagai Father of All Monster sedangkan istrinya Typhon, Echidna mendapat sebutan Mother of All Monster.

Typhon sendiri merupakan anak dari Gaia dan Tartaros.  Diceritakan ketika Zeus ingin memenjarakan para Titan di Tartarus ternyata membuat Gaia tersangat marah. Gaia pun berhubungan seksual dengan saudaranya, Tartarus.

Setelah itu Gaia melahirkan suatu makhluk yang mempunyai sosok yang luar biasa, berbahaya dan mempunyai rupa yang sangat mengerikan, itulah Typhon.


Sebenarnya hubungan Gaia dan Tartarus tidak hanya melahirkan thypin tapi juga melahirkan Echidna, raksasa naga perempuan yang menjadi isteri Typhon.

Typhon dan Echidna melakukan persetubuhan yang kemudian melahirkan berbagai monster mengerikan antaranya adalah Cerberus, Chimera, Orthros, Hydra, Singa Nemea, Sphinx, Helang Caucasia, Babi Crommion, dan burung hering.

Typhon, yang mengemban misi dari ibunya, menyerang kediaman Gunung Olympus. Ternyata Typhon terlalu kuat, para dewa pun berlari menyelamatkan diri karena tidak mampu melawan.

Para Dewa berubah wujud menjadi hewan dan lari ke Mesir. Apollo menjadi gagak, Artemis menjadi kucing, Dionysus menjadi kambing, Hera menjadi sapi, Hermes menjadi burung ibis, Aphrodite dan anaknya Eros menjadi sepasang ikan (kelak diabadikan sebagai rasi bintang Pisces).

Tetapi di antara para dewa ternyata masih ada yang berani berdiri tegak menghadang Typhon. Dialah Zeus, sang pemimpin, yang berusaha mempertahankan Gunung Olympus. Zeus menghunus petirnya dan Typhon pun menerjang Zeus.

Ketika Typhon semakin mendekat, Zeus tidak menyerang dengan petir lagi tapi dengan sabit batu peninggalan Kronos. Typhon terluka kerana senjata legenda tersebut, Ia pun kemudian mundur dan terbang lari menjauh.

Typhon terluka parah saat itu, Zeus yang percaya diri merasa mampu mengalahkan Typhon lalu mengejarnya. Ternyata hal itu malah jadi boomerang bagi Zeus sehingga pada pertarungan selanjutnya Typhon mampu membelit Zeus dengan menggunakan ular-ularnya.


Typhon lalu merampas sabit batu Cronos dari Zeus kemudian memotong urat di tangan dan kaki Zeus, sehingga tidak mampu lagi menggunakan petirnya. Typhon membawa Zeus yang kalah ke Kilikia lalu mengurung Zeus di sebuah gua dengan dijaga oleh naga Delphin.

Ketika itu sepertinya tidak ada lagi harapan bagi para dewa. Tapi ternyata masih ada dewa lagi yang berjuang. Hermes mengambil urat Zeus yang dipotong Typhon dan mendatangi gua tempat Zeus dikurung.

Hermes memasuki gua secara senyap-senyap agar tidak diketahui Delfin, karena jika Delfin tahu maka akan sangat berbahaya baginya. Delfin terlalu kuat untuk dihadapi oleh seorang dewa muda seperti Hermes.

Zeus yang dikurung dan tak berdaya, terkejut ketika didatangi Hermes, namun ketika tahu Hermes membawa uratnya, keberanian Zeus muncul lagi. Hermes pun memasang semula urat itu pada tangan dan kaki Zeus. Zeus pun kembali pulih dan dapat menggunakan petirnya semula.

Zeus pun pergi berhadapan dan pada kali ini dia bertekad kuat akan mengalahkan typhon. Zeus mengejar Typhon hingga ke Sicilly dan di sana mereka bertarung lagi.

Typhon mengangkat Gunung Etna dan hendak menjatuhkannya ke badan Zeus. Zeus dengan cepat menghujamkan petirnya dengan kekuatan penuh ke tubuh Typhon. Typhon merasa kesakitan dan melepaskan gunung yang dipegangnya. Gunung tersebut jatuh dan menindih tubuh Typhon sendiri dan Typhon pun terperangkap selamanya di sana.

Sebenarnya Typhon masih hidup dan terkadang memberontak mau keluar. Pergerakan Typhon menyebabkan gempa bumi di daerah itu dan semburan apinya menyebabkan Gunung Etna meletus.

Itulah tadi cerita tentang Typhon, Monster Yang Membuat Para Dewa Lari. Semoga dapat menambah wawasan bagi kita semua ya..

Anda mungkin juga ingin membaca :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar