Tambang Liring, Pelet Berdarah dari Kalimantan

Tambang Liring, Pelet Berdarah dari Kalimantan - Apa kabar sobat sukamitos..? kali ini kita membahas tentang salah satu azimat sakti dari tanah kalimantan. berfungsi sebagai pelet.. apa itu ..??
yap betul.. Tambang liring.. !!

Apa itu tambang liring ..?
Tambang liring, istilah dalam bahasa Banjar ini sebenarnya tidak dapat diartikan dan tidak ada artinya dalam Bahasa Indonesia. Namun benda "tambang liring" sendiri dapat kita artikan berupa sehelai kertas lama/ kertas baru/ kulit kukang / kulit kijang putih/ kulit macan pohon/ bahkan kulit manusia bergambar profil para tokoh  dalam pewayangan, yakni Semar, Bagong, Gareng, dan Petruk. Orang Banjar menyebutnya sebagai Semar Saparanakan ( Semar dan keluarganya) kemudian ada juga gambar Arjuna sebagai Batara Kamajaya pemelihara tujuh bidadari. Dan terakhir di tambahkan kaligrafi hurup arab (ayat Al-Quran atau bukan penulis kurang yakin)

Kepopuleran Tambang liring ini sudah sangat melegenda di kalangan masyarakat Kalimantan Selatan, konon dengan melewati bayangannya saja si target akan terkena perasaan rindu (karindangan) yang sangat mendalam sampai-sampai menggila dan bahkan bisa saling membunuh diantara yang terkena pelet tersebut.

Mungkin rajahan tambang liring adalah warisan dari budaya hindu, karena pembuatan rajahan tambang liring lebih menekankan karakter wayang Arjuna, Semar, 7 bidadari, Naga , Burung dll.


Pembuatan Tambang Liring hanya dapat dilakukan oleh Dalang Wayang Banjar. Di Kalimantan Selatan sendiri terdapat tiga jenis dalang yakni : Dalang Sampir, Dalang Batatamba (ahli Pengobatan dan Supranatural) , dan Dalang Karasmin (untuk hiburan atau memberikan informasi). Semua jenis Dalang tersebut rata-rata mampu untuk membuat Azimat Tambang Liring.

Secara umum tambang liring dalam masyarakat Banjar dikenal dengan dua versi yaitu versi tambang liring putih dan juga versi tambang liring hitam. Tidak ada perbedaan khasiat atau kekuatan diantara dua versi tambang liring ini (entahlah, hanya pendapat penulis saja), hanya yang membedakan adalah dalam proses pembuatan dan sarana pembuatnya saja.

Jika rajah tambang liring versi hitam dibuat dari darah orang yang telah mati terbunuh, maka beda dengan versi tambang liring putih. Tambang liring putih dibuat dengan campuran pewarna-pewarna alami dan juga hanya jika diperlukan menggunakan darah ayam sebagai gantinya.

Proses pewarnaan tambang liring dilakukan pada hari-hari tertentu dan juga dengan menggunakan zat-zat pewarna khusus dengan cara-cara rahasia. Selain itu pembuatan tambang liring putih juga dibuat dengan cara-cara yang memenuhi syariat keagaaman.


Tambang liring aliran putih bisa diubah menjadi aliran hitam hanya dengan meneteskan darah manusia tanpa menggunakan puja mantra apapun. Selain itu tambang liring juga dapat di charge atau isi ulang power nya dengan mengikuti pertunjukan wayang banjar

Tambang liring versi kiri/hitam, dapat dirasakan khasiatnya secara instant/langsung kepada orang yang di tuju. Namun sangat beresiko bagi mereka yang tidak dapat mengendalikan hawa nafsunya. Sedangkan tambang liring versi kanan/putih, daya kerjanya menciptakan situasi yang sangat damai serta penuh dengan kasih sayang dan juga semangat.


Perbedaan bentuk rajahan tambang lirih terletak pada posisi tokoh pewayangan Arjuna dan juga 7 bidadari tergantung dari siapa dalang pembuatnya.

Sampai saat ini sbenarnya masih ada orang yang bisa membuat tambang liring ini dengan menggunakan media darah yang telah diramu sedemikian rupa oleh pembuat pertamanya, dan dimasukkan kedalam botol kecil sehingga bisa digunakan secara turun temurun untuk membuat tambang liring berikutnya. Tapi harap waspada saat ini banyak beredar tambang liring palsu atau rajah lain yang mendompleng nama tambang liring.
(sumber : kisaung kaskus)

Nah itulah tadi sekilas tetntang azimat Tambang Liring, Pelet Berdarah dari Kalimantan, yang mungkin pada zaman sekarang tahun 2018 sudah mulai pudar ketenarannya..  atau hanya beredar secara diam-diam dari mulut kemulut saja..

Jika kalian ada yang ingin ditanyakan atau menambahkan bisa tuliskan di kolom komentar. terimakasih.

Anda mungkin juga ingin membaca :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar