Frankenstein, Monster Dari Potongan Orang Mati

Frankenstein, Monster Dari Potongan Orang Mati - Selamat malam sobat sukamitos, mmm.. pada kesempatan ini kita akan membahas tentang sosok mahluk seram seperti manusia (atau bekas manusia) yang sudah sangat populer ditelinga kita, bahkan saat halloween banyak yang menggunakan topeng dan kostumnya.. siapakah dia..? yap betul.. Frankenstein..!!

Siapakah Frankenstein ..?
Frankenstein adalah karakter fiksi pada sebuah novel karya Mary Shelley, yang berjudul Frankenstein atau The Modern Prometheus. Pada novel tersebut si"frankenstein" sebenarnya tidak memiliki nama sebagai simbol bahwa ia tidak memiliki orang tua dan kurangnya rasa kemanusiaan terhadap dirinya sendiri dan tidak memiliki identitas.

Awal penciptaan Frankenstein.
Pada suatu hari seorang ilmuan yang bernama dr. Victor Frankenstein dari swiss, terkesima menyaksikan sebuah eksperimen dari profesornya. Kemudian Ia terobsesi bagaimana caranya menciptakan sosok manusia yang sempurna. Ketika kanak-kanak, dr. Victor Frankenstein pernah melihat petir menyambar pohon, lalu bertanya-tanya itukah sumber kehidupan? Apakah manusia dapat menciptakan manusia lain?

Victor yang gila pun mulai bekerja untuk meniru ciptaan terbesar Tuhan. Ia membuat sosok mirip manusia dari bagian-bagian tubuh orang mati. Serpihan dan potongan tubuh itu disatukan dengan cara dijahit bersama, dan dihidupkan menggunakan listrik dari petir.


Setelah mengurung diri selama berhari-hari bahkan berminggu-minggu mengerjakan eksperimen itu, Victor terkejut ketika makhluk eksperimennya yang dibangkitkan dengan energi listrik dari petir dan belut listrik itu ternyata menjadi sesosok makhluk buruk rupa, ia tak menyangka bahwa ia baru saja menciptakan “sesosok monster”.

Monster ini kemudian dikenal sebagai “frankenstein”. Walaupun itu penyebutan yang salah. Monster itu sebenarnya tanpa nama, tidak pernah diberi nama oleh penciptanya, dan menjadi makhluk asing yang mencari jati dirinya.

Ia sebenarnya tidak tahu mengapa ia ada dan untuk apa ia diciptakan. Dalam pencariannya itu sang monster justru menjadi teror yang menakutkan bagi sejumlah orang, terutama bagi penciptanya sendiri dr. Victor Frankenstein..!

Catatan sejarah sosok mirip Frankenstein
Novel Frankenstein tahun 1818 karya Mary Shelly ternyata bukan yang pertama kali memunculkan sosok monster ciptaan manusia. Kisah serupa juga ternyata sudah muncul sejak lama. Baik dalam legenda, cerita dari mulut ke mulut, bahkan dalam catatan-catatan sejarah.


Catatan sejarah sebelum novel itu dibuat adalah eksperimen Luigi Galvani, seorang dokter Italia pada 1790-an. Galvani menyatakan energi berbasis listrik bisa merangsang impuls saraf untuk melakukan gerakan. Dalam sebuah demonstrasinya, Galvani menggunakan potongan kaki belakang katak. Saraf dari potongan kaki itu dialiri listrik, ternyata kaki katak tersebut bergerak sesuai struktur sendinya.

Temuannya ini dimuat dalam buku ilmiahnya De Viribus Electricitatis in Motu Musculari (1792). Dari sini muncul spekulasi teori bahwa makhluk hidup yang telah mati masih bisa dihidupkan kembali dengan menggunakan energi listrik.

Lantas Heinrich Cornelius (1486-1535), seorang ahli astrologi, kimia dan peneliti ilmu sihir. Menurut isu, ia pernah mencoba membangkitkan orang mati lewat ritual dan melakukan serangkaian eksperimen okultisme (kekuatan roh). Disebutkan bahwa sebelum kematiannya, ia melepaskan anjing hitam legendaris Faustus yang merupakan simbol persekutuan dengan iblis. Dan ia juga memiliki kemampuan memanggil iblis yang menggunakan media jasad tertentu.

Cerita berikutnya adalah legenda dari Praha bertahun 1590, tentang seorang ilmuwan Low yang melakukan eksperimen membangkitkan manusia dari tanah liat sungai. Setelah membentuk tubuh manusia utuh dari tanah liat itu, ia melakukan semacam ritus dengan menggunakan semacam mesin dan membangkitkannya menjadi manusia hidup. Kisah ini serupa dengan legenda mitologi bangsa Yahudi kuno tentang manusia tanah.

Nah itulah tadi kisah Frankenstein, Monster Dari Potongan Orang Mati. Jika kalian punya versi lain dari kisah frankenstein bisa ditambahkan di kolom komentar.

Sampai disini dulu ya, ketemu lagi di postingan selanjutnya.

Anda mungkin juga ingin membaca :

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar